Breath Holding Spells

Masih terekam jelas di otakku, bagaimana kejadian hari itu. Saat menunggu calon buyer apartment yg mau survey, Rayna bermain di unit, seperti biasa, belajar merangkak, dan lalu tiba2 terjatuh, nyungsep diatas permukaan lantai! 

    Rayna menangis kencang dan tidak mengeluarkan suara seperti tertahan nafasnya. Muka, kulitnya, bibirnya membiru, tubuhnya sempat mengejang beberapa kali, bola mata yg terlihat hampir putih semua.. 

    Dia melepaskan genggaman tangannya dr bajuku.. badan Rayna melemas, dan masih tanpa suara.. kulit muka dan bibirnya masih biru..

    Aku panik ! Aku hanya berteriak histeris..

    “Adek, nafas, dek.. keluarin suaranya.. Rayna.. ya Allah, Nak..nangis ga apa, Nak. Nangis yang kenceng..”

    “Yangg.. Rayna biru yang, Rayna ga napas.. Rayna kenapa yang..”

    Itu2 aja yang keluar dr mulutku. Pikiranku udah kemana2.. Aku akan kehilangan Rayna, putri 6 bulanku! Air mata terus menetes di pipiku.. pun saat aku menulis ini.. kejadian itu benar2 membuatku syok, sedih luar biasa.. perasaan takut yang luar biasa bakal keilangan seseorang yg sgt berarti di idup aku.. 

    Aku dan suami segera keluar dr unit apartement. Entah ga tau mau kemana, pokoknya yg ada dipikiranku hanya keluar dr unit, RS pun blm terpikirkan.. untungnya Suami masih bisa mikir jernih, meski kulihat dia juga panik.. dia ngajak ke lantai 3, ada klinik disana.. 

    Pikiranku udah kacau, acak adut.. takut terjadi apa2 pada Rayna.. menunggu lift terbuka sambil terus teriak, meluk Rayna, dan berusaha membuat dia menangis.. 

    Selang beberapa lama sebelum lift terbuka, Rayna menangis dg mengeluarkan suara.. ya Allah, Alhamdulillah ya Allah.. alhamdulillah.. kejadian itu kurang dr 1 menit! Tapi itu 60 detik paling mendebarkan menakutkan didalam hidup aku.. 

    Badannya yang membiru mulai kembali normal.. bibirnya mulai memerah, dan dia sudah mulai meronta2.. sesampai di klinik, aku langsung susui.. dan Rayna sudah mulai aktif bergerak dan tertawa.

    Dokter hanya menyarankan untuk observasi 1×24 jam.. jika ada tanda2 seperti muntah, demah, lesu, terus2an mengantuk, dokter menyarankan untuk langsung ke UGD.. syukur Alhamdulillah.. Rayna baik2 saja.. 

    Sepulangnya ke rumah, aku coba browsing mengenai nangis yg tertahan yg barusan dialami Rayna.. mengapa Rayna seperti kesulitan bernafas? Rayna sehat, ga pilek, atau ga tersedak.. sampai akhirnya aku nemu artikel mengenai breath holding  spells, yaitu kondisi bayi yang menangis kejer hingga menahan napas cukup lama, diikuti pingsan dalam waktu kurang dari satu menit.kurang lebih penjelasannya seperti di bawah ini.

    Oiya, artikel ini diambil dari detik health .

    “Breath holding spells adalah salah satu bentuk penyebab pingsan pada anak, terutama yang berusia 6 bulan sampai 2 tahun,” jelas dr Meta Hanindita, SpA dari RSU dr Soetomo Surabaya, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (27/3/2015).

    Menurut dr Meta, secara garis besar breath holding spells dapat dibagi menjadi 2 bagian besar yakni  blue (cyanotic) dan palle (palid). Sesuai namanya, blue atau cyanotic, pada saat serangan bibir dan mulut anak akan menjadi kebiruan. Sedangkan yang pale akan menjadi pucat.
    “Kedua tipe ini sebenarnya tak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya,” imbuh ibu dari satu putri ini.
    Sepertiga anak yang mengalami BHS adalah mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan BHS. Selain itu bisa juga terjadi karena anemia defisiensi besi.
    “Selama breath holding spells, anak akan menangis lalu menahan napas. Saat itu mulutnya terlihat biru, terkadang gerakan menjadi kaku seperti kejang lalu tak sadar. Normal kembali sebelum 1 menit,” sambung dr Meta.

    dr Meta menjelaskan tidak ada peningkatan risiko terjadinya epilepsi pada anak dengan BHS. Selain itu belum pernah ditemukan adanya gangguan perkembangan otak pada bayi dengan BHS.

    Yaaaa.. kalau lihat yg dialami Rayna kemarin, itu memang BHS. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Dokter umum yg kemarin memeriksa Rayna menyarankan untuk menelungkupkan atau membaringkan di permukaan yang rata, tidak memberikan minum, dan melepaskan semua benda yg dipakai bayi yg menghambat jalan nafas (agar lebih longgar). Ini juga tidak jauh berbeda dg artikel di klinikbayi.com. Cek this link : breath holding spells. Ini sedikit aku ambil dr link tersebut. 

    • Selama serangan
    • Anda tidak perlu panik karena serangan ini tidak berbahaya dan akan berhenti dengan sendirinya. Baringkan si kecil di atas tempat tidur. Dalam posisi terlentang rata, aliran darah ke otak akan membaik dan mungkin dapat mencegah timbulnya kejang. Letakkan kompres dingin di dahinya hingga ia sadar kembali. Catat lamanya serangan dan jangan memasukan sesuatu ke dalam mulutnya.
    • Setelah serangan
    • Tenangkan dirinya sambil Anda memeluknya. Jangan memperlihatkan wajah panik dan ketakutan Anda pada si kecil.
    • Pencegahan trauma
    • Kondisi yang paling berbahaya adalah trauma pada bagian kepala. Bila saat serangan terjadi si kecil sedang berada di dekat benda-benda keras, segera baringkan dia jauh dari benda tersebut.

    Ga kebayang kalau kejadian hari itu berdampak besar pada Rayna. :'(:'( masih terus kebayang2 gimana Rayna terkulai lemas dipelukanku :'(:'(

    Sehat terus ya, Nak.. Mama sayang sayang sayaaaang bgt sama Rayna.. Mama ga mau terjadi apa2 sama Rayna.. I love you, my sweety pie 😙

    Advertisements